Pisah Kenang Purna Tugas Dosen

Dosen Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang atas nama Drs. Dwi Haryoto, M.Pd telah memasuki masa pensiun di penghujung tahun 2020. Dalam rangka mengapresiasi pengabdian beliau, jurusan fisika mengadakan acara pisah kenang, Selasa (03/11/2020).

Bertempat di ruang 218, 219 lantai 2 gedung jurusan fisika UM (B22) acara tersebut mengundang seluruh jajaran pejabat jurusan dan staf pengajar. Acara berlangsung hikmat saat beliau menceritakan awal karir hingga memasuki masa purna tugas.

Drs. Dwi Haryoto, M.Pd yang beralamat di Perum Sumbersari Baru 33 Bandulan, Malang 65145 dan mendapatkan gelar Drs., di IKIP MALANG (1980) sekarang menjadi Universitas Negeri Malang. Beliau menjadi dosen Fisika UM tahun 1983. Kemudian beliau melanjutkan studinya dan menpatkan gelar M.Pd., Pendidikan Fisika di IKIP Jakarta Tahun 1989. Sebelum pensiun jabatan fungsional terakhir beliau adalah
Lektor Kepala, IV/a

Pada kesempatan tersebut Drs. Dwi Haryoto, M.Pd memberikan saran agar kebersamaan di dalam jurusan ditingkatkan. Tujuannya untuk menunjang kompetensi dosen dan kepada mahasiswa.

“Tentunya dari jauh saya akan tetap dan senang jika melihat jurusan fisika UM semakin berkembang, oleh karena itu jangan cepat puas atas pencapaian selama ini yang telah didapatkan” Tambah beliau.

Penghujung acara ditutup dengan pemberian tali asih sebagai kenang-kenangan dari fakultas, pimpinan, dan rekan-rekan sejawat.

Pesan dan kesan dari Bapak Drs. Dwi Haryoto, M.Pd


JANGAN BOSAN UNTUK MEMBACA

Bagi yang tidak suka dengan aktifitas membaca, maka buku seperti barang yang akan sangat membosankan. Membaca juga sebuah akifitas yang cukup melelahkan, karena dibutuhkan kerja otak untuk bisa menerima dan memasukkan ke dalam memori.

            Membaca merupakan akitifitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah meliputi, mengamati, mempersepsi, memahami dan mengingat. Membaca juga membutuhkan kemampuan otak yang cukup brilian, mata yang berfungsi dengan baik serta beberapa organ penunjang yang lain.

            Kemampuan setiap orang dalam memahami apa yang dibaca berbeda-beda. Hal ini tergantung pada perbendaharaan yang kita miliki, minat, jankauan mata (fiksasi), kecepatan interpretasi, latar belakang pengalaman sebelumnya, kemampuan intelektual, keakraban dengan ide yang di baca, tujuan membaca dan keluwesan mengatur kecepatan. Oleh karena itu, berikut adalah tulisan mengenai teknik atau sistem membaca yang efisien.

A. Sistem Membaca dengan SQ3R

            Sistem membaca ini dikemukakan oleh Franci P. Robinson pada tahun 1941 dengan menggunakan 5 (lima) langkah yaitu :

  • Survey

            Survey atau prabaca adalah teknik untuk mengenali bahan sebelum membaca secara lengkap, dilakukan untuk mengenal ikhtiar umum yang akan dibaca. Prabaca dilakukan hanya beberapa menit tetapi dilakukan dengan cara yang sistematis. Tujuan dari survey (prabaca) ini adalah untuk mempercepat menangkap arti, mendapatkan abstrak, mengetahui ide-ide penting, melihat susunan bahan bacaan tersebut, mendapat minat perhatian yang saksama terhadap bacaan dan memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah.

  • Question

            Bersamaan dengan survey, ajuka pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan tersebut dengan mengubah judul atau subjudul dengan menggunakan kata-kata siapa, apa, mengapa, kapan, dimana atau bagaimana. Dengan memberikan berbagai bertanyaan, baik yang secara umum maupun detail, kita bisa lebih aktif dan mudah menangkap gagasan yang ada dalam buku tersebut.

  • Read

            Pada tahap ini konsentrasikan pada penguasaan ide pokok dan detail yang penting yang mendukung ide pokok. Kita bisa memperlambat cara membaca di bagian-bagian penting atau dianggap sulit dan mempercepat kembali pada bagian-bagian yang tidak penting atau telah kita ketahui.

  • Recite (Recall)

            Setiap selesai membaca suatu bagian, berhentilah sejenak dan mencoba menjawab pertanyaan pada bagian tersebut atau menyebutkan hal-hal penting dalam bagian tersebut. Tahap ini merupakan hal yang penting agar kita tidak mudah melupakan apa yang telah kita baca.

  • Review

            Daya ingat kita terbatas dan dibutuhkan tahap ini untuk membantu daya tahan ingatan kita dan memperjelas pemahaman hal-hal penting yang mungkin kita lewati. Caranya adalah dengan mengulangi menelusuri kembali judul dan subjudul atau bagian-bagian penting lainnya setelah menyelesaikan seluruh bacaan untuk menemukan pokok-pokok penting yang perlu diingat kembali.

Teknik  Skimming dan Scanning

            Sesungguhnya tidak setiap kata yang tercetak dalam sebuah buku harus dibaca semuanya dan tidak semua detail buku harus dipelajari. Ada bagian yang harus dibaca dua kali dan ada bagian yang bisa kita lewati tapi kita tetap dapat menyerap informasi dan gagasan dengan cepat. Teknik membaca efektif ini disebut skimming dan scanning.

  • Skimming

            Teknik membaca dengan cara memusatkan perhatian kepada ide pokok dan melompati fakta atau detail-detail informasi untuk mendapatkan ide pokok tersebut. Adapun tujuan yang dapat diperoleh dengan menggunakan teknik ini adalah mengenali topik bacaan, mengetahui pendapat (opini) orang, mendapatkan bagian penting yang kita perlukan tanpa membaca seluruhnya, mengetahui susunan penulisan (urutan ide atau hubungan antar bagian) dan penyegaran apa yang pernah kita baca.

  • Scanning

            Teknik membaca dengan langung mencari fakta atau hal tertentu yang kita butuhkan (langsung ke sasaran yang kita cari) dengan melompati ide gagasan lain yang tidak kita butuhkan. Misalnya kita akan mencari fakta khusus atau informasi tertentu (nomor telepon, angka statistik atau data tabel).

            Di atas adalah beberapa teknik membaca yang efisien sobat nucleon. Tulisan ini saya dedikasikan untuk memperingati Hari Buku Nasional pada tanggal 17 Mei. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat memberikan tips dan memotivasi sobat nucleon untuk membaca buku. Karena buku adalah jendala dunia.

            Apabila ada salah kata pada tulisan ini saya mohon maaf dan mohon diberi saran dan masukan untuk kedepannya. Terimakasih

“Ilmu itu harus didatangi, bukan mendatangi”

Penulis : Baskara Hariadi (Ketua Umum HMJ Fisika “Nucleon” 2020)

2% Air Untuk Miliyaran Manusia

Air merupakan elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Keberadaannya sangat di perlukan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Namun tak selamanya bumi mampu menyediakan kebutuhan air manusia yang semakin meningkat. Kemajuan teknologi saat ini harus mampu menghasilkan solusi dan budaya hemat menggunakan air juga harus mulai di tanamkan. Kita bisa melakukan pergerakan, kita bisa melakukan perubahan.

Air sejatinya begitu melimpah di bumi ini. Bahkan 70% bagian dari dunia ini merupakan air. Lantas mengapa kita harus menghemat air sedangkan dunia saja menyediakannya begitu melimpah?

Air memang berlimpah di bumi ini, namun tak semua air dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari manusia. Bumi kita terdiri dari 98% air asin dan 2% air segar yang layak di konsumsi. Pada angka 2% tersebut, 70% merupakan salju dan es sedangkan 30% lainnya adalah air tanah, danau dan sungai (sumber : sedekahair.org). Dari sekian banyak air yang tersedia di bumi, satu-satunya sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan manusia adalah air tanah. Jumlahnya yang terbatas pasti tidak akan mampu memenuhi kebetuhan manusia yang setiap harinya selalu bertambah.

Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah menghemat penggunaan air. Mungkin saat ini kita merasa cuek dan bodo amat. Tapi saat nanti krisis air sudah melanda penyesalan tak akan bisa terelak. Lakukan mulai dengan hal kecil, seperti mandi dengan air secukupnya, jangan membuang air yang sekiranya masih bermanfaat, dan jangan cemari sungai karena bagi beberapa orang sungai merupakan sumber air bersih bagi mereka. Saat ini mungkin kita hanya bisa melakukan hal kecil. Namun kedepannya kita sebagai agents of change harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi demi menjaga kelesarian air. Recycle Water atau yang lainnya mungkin bisa menjadi jawaban.

Hemat air bukan berarti tidak mandi, Selalu jaga kebersihan semua! 

Penulis : Muhammad Zaid Al-Khair

Ayo Kembalikan Indonesia Sebagai Paru-paru Dunia!

Paru-paru merupakan anggota tubuh yang memiliki peran besar dalam menyokong kehidupan. Julukan Indonesia sebagai paru-paru dunia mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Julukan yang menjadi kebanggaan karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan areal hutan terluas di dunia dan otomatis karena hal itu juga Indonesia menjadi salah satu negara penyedia oksigen alami terbesar di dunia. Menurut data Kemetrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2015 areal hutan di Indonesia mencapai 128 juta Ha. Namun sayang setiap tahunnya luasan ini terus berkurang. Hal tersebut tak lain disebabkan oleh maraknya kebakaran hutan yang terjadi dan juga penebangan hutan secara ilegal untuk kebutuhan industri maupun bisnis. Julukan Indonesia sebagai paru-paru dunia perlahan mulai tak bersinar. Lantas apa yang harus dilakukan agar Indonesia kembali mematenkan dirinya sebagai paru-paru dunia?

Kadang kita sebagai warga biasa, merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperbaiki sesuatu yang rusak. Beban selalu kita berikan pada pemerintah karena beranggapan mereka memiliki kuasa  untuk melakukan perubahan. Padahal nyatanya tidak selalu demikian. Kebakaran dan juga penebangan hutan secara ilegal memang kita tidak dapat berbuat banyak untuk memperbaikinya secara langsung. Namun itu bukan berarti tidak ada hal yang bisa kita lakukan untuk berpartisipasi menjaga kelestarian hutan Indonesia. Kita bisa melakukan penghematan penggunaan energi, mulai menjaga kelestarian tanaman di sekitar, dan juga tanamkan kecintaan pada pada alam kepada orang-orang terdekat.

Tepat pada tanggal 21 Maret ini, seluruh negara di dunia memperingati hari Hutan Dunia. Mari pada momen ini dan seterusnya, kita tingkatkan kecintaan kita akan kelestarian hutan. Hutan merupakan sumber kehidupan dunia jika kita merusaknya maka secara tidak langsung kita membunuh dunia secara perlahan. Jadi dengan melakukan pergerakan kecil, mari kita lestrikan hutan dan kembalikan Indonesia sebagai paru-paru dunia! Salam lestari semua!

Penulis :     Muhammad Zaid Al-Khair