SEMINAR RELIGI BERLITERASI “Semarak Literasi Membangun Generasi Muda yang Kritis dan Produktif”

Keberagaman sudah melekat sejak sebelum Indonesia merdeka dan seharusnya kita semua sudah memiliki rasa toleransi tinggi. Tetapi sayangnya masih ada yang memiliki rasa rasis dalam bermasyarakat di indonesia ini. Terutama rasis dalam hal keagamaan. Agama sangat penting untuk manusia hidup di bumi ini. Sebab jika tanpa adanya agama manusia tidak tau mana yang benar dan mana yang salah, dan juga didalam agama banyak di ajarkan tentang akhlak, aturan, hukum, dan sebagainya yang mengatur hidup manusia agar lurus.

Di Indonesia sendiri keberagaman agama diatur dalam pasal 28E ayat 1 UUD 1945 “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah Negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali”. Dalam hal ini juga peranan mahasiswa sangat penting, karena sebagai generasi muda yang berilmu kita tau mana yang benar dan yang salah. Kita juga harus bisa membuat keberagaman yang ada di Indonesia ini sebagai pemicu untuk persatuan bukan sebagai pemicu untuk perpecahan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bakal menyelesaikan permasalahan keberagaman yang ada.

Minggu, (01/11) telah dilaksanakan Seminar Religi Berliterasi “Semarak Literasi Membangun Generasi Muda yang Kritis dan Produktif” yang diselenggarakan oleh HMJ Fisika Nucleon FMIPA Universitas Negeri Malang periode 2020. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.00 – 15.15 WIB melalui Zoom PTIK Universitas Negeri Malang yang diawali dengan pembukaan, diikuti dengan sambutan-sambutan. Kegiatan ini berupa talkshow seperti pada umumnya, dengan sesi diskusi yaitu penyampaian permasalahan dari moderator mengenai Rasisme kepada ketiga pemateri lintas agama antara lain agama Islam, Hindu, Kristen protestan dan satu pemateri dari pihak netral untuk mengetahui pendapat mengenai Rasisme berdasarkan sudut pandang masing-masing. Dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta SERASI. Acara ditutup dengan doa penutup dan dilanjutkan dengan quiz yang dikirim melalui grup whatsapp Serasi.

Kegiatan Seminar Religi Berliterasi mendapatkan antusias yang cukup besar, dimana terdapat 267 peserta yang mengikuti acara ini. Peserta tidak hanya dari jurusan fisika saja karena Seminar Religi Berliterasi ini terbuka untuk mahasiswa aktif Universitas Negeri Malang. Selain itu, peserta cukup aktif dengan banyak pertanyaan yang diajukan terkait materi yang sudah dipaparkan.

“Sangat menarik, acara yang dilaksanakan HMJ Fisika Nucleon kali ini, yang mana mengadakan suatu diskusi yang diangkat dari permasalahan umum yang sangat sensitif dan rawan sekali terjadi yaitu rasisme dengan sudut pandang di berbagai agama. Dengan mewajibkan Mahasiswa Baru Fisika UM menurut saya ini adalah keputusan yang sangat tepat sehingga dengan diskusi ini dapat mengedukasi semuanya untuk selalu bertindak kritis dalam menyerap informasi khususnya pada media sosial. Dengan narasumber yang sangat kompeten dari agama islam, kristen protestan dan hindu serta dari pihak paham berbangsa dan bernegara dengan landasan ideologi Pancasila yang membuat diskusi ini menjadi sangat interaktif dan tentunya banyak manfaatnya. Namun pelaksanaan yang dilakukan di hari weekend sehingga sebagian peminat tidak dapat ikut serta dalam kegiatan ini. Dengan dimulainya kegiatan ini semoga dapat meningkatkan daya kritis dari masing-masing pribadi dan dapat meningkatkan literatur untuk lebih bijak lagi dalam menyelesaikan masalah yang ada.”, ujar Baskara Hariadi selaku Ketua Umum HMJ Fisika Nucleon 2020.

Menurut saya kalau pelaksanaan offlinenya sudah bagus, inisiatif sebelum acaranya baik juga, kemarin diskusinya sudah cukup banyak juga. Mungkin lebih ke progres pra acara saja yang perlu dievaluasi dan diperhatikan, follow up secara detil ke semua sie, pastikan benar-benar perspektifnya sie-sie itu sudah sesuai sama panitia inti begitu. Selebihnya kalian kerenn.”, ujar Regin Salsabilah Hidayat selaku Ketua Bidang Kesejahteraan Masyarakat HMJ Fisika Nucleon.

 “Alhamdulillah acara serasi kemarin bermanfaat. Topiknya sesuai dengan kondisi yang belakangan terjadi. Pendapat dari narasumber juga beragam yang mampu membuka kesadaran bahwa Rasisme itu tidak dibenarkan, serta menambah integritas bangsa, agama, dsb. Pesan dari aku, Semoga dengan acara serasi dapat menambah ilmu. Terus jadi lebih proaktif, apalagi sebagai mahasiswa.”, ujar salah satu peserta yakni Ismi Izzatun Naeli.

Dengan terlaksananya acara Seminar Religi Berliterasi, semoga dapat menjadi bekal mahasiswa khususnya mahasiswa baru jurusan fisika untuk meningkatkan jiwa toleransi terhadap antar umat beragama tanpa memandang perbedaan yang dimilikinya dan juga untuk menjadi wadah diskusi mengenai isu terkini yang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat dengan berbagai sudut pandang dari beberapa agama. Selain itu dengan adanya artikel mengenai materi yang akan didiskusikan agar melatih kemampuan berliterasi mahasiswa untuk memahami dan mencari solusi dari suatu permasalahan. Tidak hanya itu, dengan diadakannya quiz diakhir acara guna untuk mengetahui seberapa paham peserta mengenai materi yang sudah disampaikan oleh pemateri.

Dokumentasi Acara
Dokumentasi Acara